10 Mitos Tentang Kanker Payudara

Fakta kanker payudara
Fakta kanker payudara

Saat ini, kanker payudara termasuk jenis kanker yang paling banyak diderita oleh perempuan di seluruh dunia. Tingkat kematiannya sedikit lebih rendah dibanding kanker rahim, namun bukan berarti boleh diabaikan karena resikonya tetap tinggi terutama jika sel kanker sudah menyebar ke organ lain. Namun sayangnya masih banyak hal yang keliru tentang penyakit ini. Ketahui mitos apa saja yang beredar seputar kanker payudara:
1. Mitos: Payudara Kecil Resikonya Lebih Kecil Terkena Kanker.
Fakta: Tidak ada hubungan ukuran payudara dengan resiko kena kanker payudara. Namun ukuran yang besar mungkin membuat pemeriksaan lebih sulit dilakukan. Tapi semua perempuan harus berkomitmen untuk melakukan pemeriksaan rutin.
2. Mitos: Payudara Padat Beresiko Lebih Tinggi Terkena Kanker Payudara.
Fakta: Seseorang yang memiliki payudara padat mungkin akan lebih sulit dibedakan antara jaringan normal dengan jaringan kanker, sehingga ada kemungkinan mengalami kesalahan hasil.
3. Mitos: Benjolan di Payudara Adalah Kanker.
Fakta: Sekitar 80 persen benjolan di payudara disebabkan oleh perubahan jinak, kista atau kondisi lain. Namun sebaiknya setiap perubahan yang terjadi meski kecil dilaporkan ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah benjolan ini kanker atau bukan.
4. Mitos: Bra Berkawat Menyebabkan Kanker Payudara.
Fakta: Bra dengan kawat bisa menekan sistem limfatik payudara yang menyebabkan racun menumpuk. Tapi sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah untuk hal ini, sehingga belum diketahui kebenarannya.
5. Mitos: Riwayat Keluarga Kanker Memiliki Resiko Lebih Tinggi.
Fakta: Sekitar 70 persen perempuan dengan kanker payudara tidak memiliki faktor resiko untuk penyakit ini. Memiliki saudara atau keluarga dengan riwayat kanker memang bisa meningkatkan resiko, tapi lingkungan juga mempengaruhi.
6. Mitos: Operasi Dapat Menyebabkan Kanker Payudara Menyebar.
Fakta: Operasi atau pembedahan tidak menyebabkan kanker atau membuat kanker payudara menyebar. Ada kemungkinan dokter menemukan jumlah kanker yang lebih besar dari perkiraan ketika melakukan operasi.
7. Mitos: Melakukan Mastektomi Tidak Bisa Terkena Kanker.
Fakta: Tidak ada yang bisa menjamin seseorang bebas kanker, beberapa perempuan ada yang terkena kanker di tempat bekas luka setelah mastektomi. Meski mastektomi bisa menjadi salah satu tindakan pencegahan, seseorang tetap perlu menjaga gaya hidupnya.
8. Mitos: Terapi Kesuburan Bisa Tingkatkan Resiko Kanker.
Fakta: Beberapa studi menemukan calon ibu yang melakukan perawatan kesuburan cenderung tidak memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker payudara, karenanya peneliti tidak menemukan bukti ilmiah mengenai kabar tersebut.
9. Mitos: Jika Hasil Tes Mamografi Negatif, Maka Terbebas Dari Kanker.
Fakta: Meski mamografi penting untuk skrining dan diagnosis kanker, tapi sekitar sepuluh sampai dua puluh persen menujukkan hasil yang salah. Untuk itu melakukan pemeriksaan payudara sendiri tetap menjadi hal yang penting dilakukan oleh semua perempuan. Baca juga info penting mengenai obat herbal kanker payudara.
10. Mitos: Sedikit Langkah Yang Bisa Dilakukan Untuk Mencegah Kanker Payudara.
Fakta: Hal ini salah, ada banyak perempuan yang bisa menurunkan resiko, seperti dengan menurunkan berat badan, olahraga teratur, melakukan pemeriksaan payudara sendiri, berhenti merokok dan kenali perubahan yang muncul.

sumber : www.nationalbreastcancer.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *